/data/photo/2026/04/19/69e446833f62c.jpg)
BANYUWANGI, KOMPAS.com – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (elpiji) tiga kilogram terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Bahkan di wilayah kota, kelangkaan mulai dirasakan dalam beberapa hari belakangan.
Banyak warga mencurahkan kekesalan mereka di media sosial. Sebab, mereka harus mengeluarkan upaya lebih untuk berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lainnya demi mencari gas subsidi.
“Saya keliling sampai sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua, stok kosong semua,” kata Syaifudin, warga Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Senin (31/8/2026).
Akibatnya, sejak dua hari belakangan, aktivitas dapur rumah tangganya pun terganggu. Ia pun berharap kelangkaan segera teratasi.
Kegusaran juga dirasakan Sofyan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sehari-harinya bergantung pada ketersediaan elpiji.
Sofyan yang sehari-hari berdagang kopi Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, mengaku sempat berkeliling di pangkalan dan subpangkalan di Kelurahan Tamanbaru dan sekitarnya, namun hasilnya nihil.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Heni Sugiharti menjelaskan, kelangkaan elpiji terjadi akibat kendala teknis pengisian tangki dan pendistribusian dari tangki ke SPBE di Banyuwangi.
Akibat gangguan teknis tersebut, lanjut Heni, distribusi elpiji ke SPBE-SPBE di Banyuwangi terganggu. Namun upaya distribusi dari luar Banyuwangi tengah diupayakan untuk mengatasi kekosongan yang terjadi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber