
Banyuwangi (ANTARA) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengambil langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran penyaluran LPG seiring terganggunya operasional fasilitas pengisian LPG milik PT MMP Bosowa di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur karena bersengketa dengan masyarakat setempat.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi saat dihubungi, Senin, menyampaikan Pertamina terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan LPG bagi masyarakat.
Berdasarkan pemantauan sementara, lanjut Ahad, dari delapan SPBE yang melayani wilayah Banyuwangi dan Situbondo, lima SPBE mengalami keterbatasan stok, sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pelayanan apabila pasokan belum dapat diterima dalam waktu dekat.
Untuk antisipasi, katanya, Pertamina berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa agar operasional pengisian skid tank dapat segera kembali berjalan.
“Kami juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses distribusi,” tuturnya.
Ahad menambahkan, Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan.
“Langkah ini dilakukan agar penyaluran LPG tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi,” kata Ahad Rahedi.
Ia menambahkan, langkah mitigasi akan terus diperkuat untuk menjaga keandalan rantai pasok dan memastikan penyaluran LPG kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal, dan Pertamina juga berharap situasi yang terjadi dapat segera mereda dan kondisi kembali kondusif, sehingga proses penyaluran LPG dapat berlangsung secara normal dan kebutuhan energi masyarakat luas tetap terpenuhi.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber