TRIBUNJATIM.COM, MADIUN – Saat banyak orang dari daerah merantau ke kota besar, Galih Tirtayasa (34) justru memilih pulang ke kampung halaman.

Bukan tanpa alasan, pria asal Ngawi, Jawa Timur, ini melihat potensi besar dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Dengan tangan terampilnya, Galih menyulap kulit jagung kering atau klobot dan botol bekas menjadi bunga hias yang cantik dan menarik.

Dipadukan dengan pemasaran digital, produk kriya yang diproduksinya secara mandiri di Kabupaten Madiun tersebut kini mampu menjangkau konsumen hingga berbagai penjuru Nusantara.

Di sela kesibukannya sebagai pekerja formal, ia menghabiskan waktu sepulang kerja di kamar kos berukuran sekitar 3×3 meter di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Saat itu, Galih sekadar menyalurkan kegemarannya membuat hiasan bunga, khususnya untuk kebutuhan hantaran pernikahan.

“Awal mula saya dulu mulai dari tahun 2018, waktu saya masih di Jakarta. Waktu itu iseng-iseng, bosan sama pekerjaan yang formal. Saya ingin buat yang lain seperti bunga-bunga. Saya coba bikin sampel, ternyata lumayan hasilnya,” kata Galih saat ditemui di Galeri Project Linea, Jalan Tidar, Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (31/8/2026).

Kebetulan, Galih mendapat kabar dari keluarganya di Ngawi bahwa daerah tersebut sedang memasuki musim panen jagung.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *