Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani membantah isu beredar yang menyebut duet Ketum PBNU Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin dan Rais Aam Miftahul Achyar merupakan paket dari Istana.

“Itu berseliweran, tapi saya tidak melihat adanya isu itu,” kata Muzani di kompleks parlemen, Senin (31/8).

Ketua MPR RI itu menyampaikan selamat atas terpilihnya Miftahul dan Gus Kikin. Menurutnya, Muktamar ke-35 NU berjalan sukses, penuh kekeluargaan dan keakraban.

“Kami berharap organisasi ini akan tetap memberikan kontribusi yang besar bagi masa depan pembangunan Indonesia, bagi kerukunan, bagi persatuan, bagi persaudaraan, dan bagi harmoni serta kerukunan dalam beragama,” ujarnya.

Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8).

Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam dan meraih suara tertinggi dari muktamirin. Gus Kikin meraih 472 suara, mengungguli empat kandidat lain dalam Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU.

Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.

“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,” kata Kiai Anwar, membacakan keputusan AHWA, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin pagi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *