jatimnow.com – Belajar tentang pencemaran lingkungan tak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Sejumlah siswa di Surabaya mendapat pengalaman langsung meneliti mikroplastik melalui Microplastic Mobile Laboratory (Mimo) di kawasan Kali Tebu.

Mimo membawa peralatan laboratorium ke lingkungan tempat siswa beraktivitas. Anak-anak diajak mengambil sampel air sungai, kemudian mengamatinya menggunakan mikroskop untuk mengenali partikel pencemar yang tidak terlihat secara kasatmata.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi lingkungan yang digagas Ecoton. Program tidak hanya mengenalkan mikroplastik dan dampaknya terhadap kesehatan, tetapi juga mendorong anak dan remaja mengelola kecemasan akibat kerusakan lingkungan melalui pengetahuan dan aksi nyata.

Direktur Ecoton Prigi mengatakan Mimo dirancang untuk membangun tiga aspek utama, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

“Pengetahuan didapatkan saat siswa belajar mengenai jenis-jenis mikroplastik dan dampaknya bagi tubuh. Skill didapatkan saat siswa mengambil sampel di daun, kulit, dan minuman dalam kemasan plastik. Sedangkan attitude disalurkan setelah siswa mendapatkan edukasi yang nantinya akan disampaikan ke orang tua atau lingkungan terdekat,” ujar Prigi.

Dalam kegiatan di Kali Tebu, siswa tidak sekadar menerima penjelasan mengenai pencemaran plastik. Mereka terlibat langsung dalam proses pengambilan sampel air dari sungai yang berada di sekitar lingkungan sekolah.

Sampel kemudian diperiksa menggunakan perangkat laboratorium yang tersedia di dalam Mimo. Dari proses tersebut, siswa diperkenalkan pada keberadaan partikel mikroplastik yang ukurannya sangat kecil dan sulit dikenali tanpa bantuan alat.

Staf Ecoton Sofi juga mengingatkan siswa untuk mengurangi penggunaan wadah plastik sekali pakai, terutama saat membeli minuman.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *