
Pamekasan (beritajatim.com) – Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan khususnya di sepanjang puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Sedikitnya terdapat 37 kejadian kebakaran lahan tercatat terjadi di sejumlah wilayah selama periode tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan puluhan kejadian tersebut meliputi kebakaran lahan ilalang dan bambu yang tersebar di 18 desa pada enam kecamatan.
“Luas area terdampak bervariasi dari ratusan hingga mencapai 3 ribu meter persegi di beberapa lokasi. Maraknya insiden ini tidak hanya mengancam ekosistem lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan permukiman warga sekitarnya,” ungkap Dhofir, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas, terik, dan kering selama puncak musim kemarau menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api. Dalam kondisi tersebut, percikan api kecil dapat dengan cepat membakar vegetasi yang kering dan membuat kobaran api meluas.
Selain faktor cuaca, kelalaian manusia juga menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran lahan. Praktik pembakaran sampah secara sembarangan, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga pembuangan puntung rokok yang masih menyala dinilai berpotensi memicu kebakaran.
“Faktor kelalaian manusia alias human error seperti pembakaran sampah sembarangan, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga pembuangan puntung rokok yang masih menyala juga seringkali menjadi penyebab utama terjadinya bencana ini,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Setiap warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya ketika kondisi lingkungan kering dan suhu udara tinggi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, terutama pada saat cuaca panas dan kering,” imbaunya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber