:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Rektor-Universitas-Trunojoyo-Madura-UTM-Bangkalan-Prof-Dr-Safi-dan-Bupati-Bangkalan-Lukman-Hakim.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan menggelar diskusi bersama Pemkab Bangkalan bertemakan “Sinergi dalam Pengembangan Industrialisasi Wilayah Bangkalan” di Lantai IX Gedung Rektorat UTM Bangkalan, Selasa (1/9/2026).
Rembuk UTM-Pemkab Bangkalan itu sebagai respons atas langkah pemerintah menandatangani Coorporation Framework Agreement antara Madura Wiraraja Industrial Estate dan Guangdong ASEAN Industrial Park di Jakarta pada 5 Agustus 2026.
Diproyeksikan, Kabupaten Bangkalan dipilih sebagai kawasan pengembangan industri asal Cina yang meliputi pabrik pengolahan cokelat, matras, tekstil, benang, plastik, hingga manufaktur padat karya.
“Serapan tenaga kerja paling tidak sekitar 35 ribu orang. Karena ada pula pabrik pupuk hingga kawasan industri halal. Bahkan ada (perusahaan) yang baru dari Korea dan Uni Emirat Arab,” ungkap Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, usai gelaran diskusi di Kampus Negeri UTM, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Bangkalan.
Ia menjelaskan, Pemkab Bangkalan sudah menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan pihak investor yang murni dari kalangan swasta.
Di antaranya, mempermudah urusan regulasi hingga mempermudah akses perzinan dengan harapan, pengembangan kawasan industri di Bangkalan segera terealisasi.
“Pihak swasta juga sudah menurunkan tim ahlinya untuk mengecek tentang lahan, posisi pabrik ini di mana dan sebagainya. Sudah sampai situ, bahkan secara administrasinya sudah berproses untuk masuk PSN (Program Strategis Nasional) yang diusulkan melalui Kemenko Perekonomian,” jelas Lukman.
Selain diproyeksikan menyerap 35 ribu tenaga kerja, pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bangkalan juga membutuhkan ribuan hektare lahan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber