Sebanyak 431 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9). Para santri kini menjalani perawatan di delapan rumah sakit rujukan.

Salah satu santriwati bernama SZ (15) mengaku menyantap MBG pada siang hari dengan menu nasi putih, orak arik telur, tempe bumbu bali, sayur tumis buncis baby corn, dan buah apel.

“Makan MBG jam 13.00 WIB. Yang dimakan nasi putih, telur orak-arik, tempe kayak bali, enggak pedes,” kata SZ ditemui di RSUD RT Notopuro, Sidoarjo, Selasa malam.

Ia mengaku ada yang aneh dengan menu siang itu. Terutama sayurnya yang kata SZ, terasa asam. Menjelang sore hari, ia pun mengaku mual, lemas dan pusing.

Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam, Abdul Wahid Harun mengatakan, total santri di ponpes tersebut mencapai sekitar 1.000 orang, dan seluruhnya mengonsumsi MBG pada hari kejadian.

“[Santri] sekitar 1.000, ya. Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya, kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” kata Wahid, Rabu (2/9) dini hari.

Wahid menegaskan, kejadian ini di luar dugaan pihak pesantren. Ia juga mengonfirmasi, bahwa pemicu keracunan massal ini ialah makanan yang diolah oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Bukan dari makanan yang diolah pondok.

“Tidak ada yang terencana, moga-moga baik-baik saja. Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari (SPPG) Kalitengah dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *