SIDOARJO – Sekretaris Rumah Pancasila Sidoarjo, Sujani, meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dihentikan sementara. Langkah itu dinilai perlu dilakukan menyusul keracunan yang dialami ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin.
Sujani meminta pemerintah tidak hanya menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, tetapi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.
“Kalau sampai ratusan santri mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, menurut saya program ini harus dihentikan sementara sampai ada kepastian penyebabnya,” kata Sujani, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, evaluasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai dari pengadaan bahan makanan, proses pengolahan, standar kebersihan dapur, penyimpanan, distribusi, hingga makanan diterima dan dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Sujani juga meminta pemerintah melakukan pemetaan ulang terhadap daerah dan kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan program tersebut. Pemetaan, kata dia, harus didasarkan pada survei yang mendalam sehingga anggaran MBG dapat digunakan secara lebih tepat sasaran.
“Di-stop semua dulu. Setelah itu lakukan evaluasi menyeluruh dan pemetaan, daerah mana saja yang memang benar-benar membutuhkan. Tentunya dengan melakukan survei yang mendalam,” ujarnya.
Ia menilai langkah tersebut bukan berarti menolak tujuan program MBG. “Programnya bagus, tetapi jangan sampai niat baik justru menimbulkan persoalan baru. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat harus menjadi prioritas,” katanya.
Selain persoalan keamanan pangan, Sujani menilai evaluasi juga perlu menyentuh aspek penganggaran. Ia mengatakan penghentian sementara dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk menghitung kembali kebutuhan dan efektivitas anggaran MBG.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber