Bojonegoro (beritajatim.com) – Kasus kebakaran di Kabupaten Bojonegoro melonjak tajam saat musim kemarau 2026. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro mencatat 338 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026, dengan lonjakan paling tinggi terjadi ketika kondisi lahan dan lingkungan mulai mengering.

Peningkatan kasus terlihat drastis dalam dua bulan terakhir. Pada Juni, Damkarmat Bojonegoro mencatat 29 kejadian kebakaran. Angka tersebut kemudian melonjak menjadi 125 kejadian pada Juli dan masih tinggi dengan 112 kejadian pada Agustus.

Dengan demikian, terdapat 237 kejadian kebakaran hanya dalam dua bulan, yakni Juli dan Agustus. Jumlah tersebut setara sekitar 70 persen dari total 338 kasus kebakaran yang tercatat di Bojonegoro sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, mengatakan kondisi lingkungan yang kering selama musim kemarau membuat api lebih mudah muncul dan cepat merambat.

“Ketika memasuki musim kemarau, potensi kebakaran memang meningkat. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar, terutama apabila ada aktivitas pembakaran yang tidak diawasi,” ujar Agus Salim, Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data Damkarmat Bojonegoro, kebakaran yang paling banyak terjadi meliputi kebakaran lahan, pekarangan, sampah, jerami hingga rumpun bambu. Jenis kebakaran tersebut secara keseluruhan mencapai 164 kejadian.

Kebakaran lahan hutan juga tercatat cukup tinggi dengan 30 kejadian. Sementara kebakaran yang terjadi pada permukiman atau rumah mencapai 33 kejadian.

Selain itu, Damkarmat Bojonegoro mencatat 29 kejadian kebakaran yang berkaitan dengan meteran listrik, kabel, trafo maupun gardu listrik.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *