:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9338315/original/006762800_1788323499-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_11.31.06.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, setelah 431 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam diduga mengalami keracunan. Keputusan ini diambil sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi penyebab kejadian.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan penghentian layanan tersebut usai meninjau penanganan korban.
“Operasional SPPG Kalitengah dihentikan sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut atas penyebab kejadian tersebut,” kata Emil Dardak usai mengunjungi korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9/2026) dini hari.
Dia menegaskan penanganan korban menjadi prioritas, dengan perawatan yang disesuaikan pada kondisi masing-masing pasien.
“Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,” ujarnya.
Hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sejumlah pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang. Pihak rumah sakit tetap bersiaga untuk penanganan korban lainnya.
Di luar ponpes tersebut, laporan kejadian serupa juga muncul di beberapa satuan pendidikan pada hari yang sama. Kesamaan yang ditemukan, para siswa dan santri di lokasi-lokasi itu menerima makanan dari SPPG Kalitengah pada Selasa (1/9/2026).
“Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis,” kata Emil.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber