Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin, Sidoarjo Rafli Ridho menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa dugaan keracunan ratusan siswa usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9).

Rafli mengaku menyesal telah mengakibatkan 566 santri Pondok Pesantren Manbaul Hakim dan pelajar di 19 lembaga pendidikan lainnya mengalami keracunan usai menyantap MBG yang diolahnya.

Rafli menyampaikan, siswa yang mengalami keracunan yakni santri Ponpes Manbaul Hikam. Kemudian, pihaknya juga mendapatkan informasi dari dua Sekolah Dasar (SD) Kalianget 1 dan Kalianget 2 yang siswanya mengalami keracunan.

“1 ponpes 2 sekolah. Terakhir ada lima orang dari selain ponpes. Ya laporannya masuknya tadi malam. Setelah konfirmasi pada keracunan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dapur SPPG Kalitengah memulai mengolah menu MBG sekitar pukul 00.00 WIB. Setelah proses pengolahan, makanan tersebut disalurkan ke sejumlah sekolah sekitar pukul 11.00 WIB siang.

Ia mengungkapkan, MBG tersebut mampu bertahan hingga 4 jam setelah pengiriman awal pukul 11.00 WIB.

“Seperti biasa, ya jam 00.00 WIB mulai ngolah. (Dikirim) jam 11.00 WIB. Mampu bertahan empat (jam),” ucapnya.

“Ya itu, masalahnya kita kan ada berita acara. Di situ kan ada organoleptik. Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicip oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanyai, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya (bingung),” kata dia.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *