Sebagai tindak lanjut kasus tersebut, BGN menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap SPPG Talang Angin selama 30 hari. “Kemudian kami juga melakukan suspend berat, dengan kategori berat ya, selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin, Kalitengah,” kata Ketut.

BGN juga mengusulkan pencopotan Kepala SPPG Talang Angin sekaligus menggantinya dengan pengelola baru. Ketut mengatakan BGN saat ini memprioritaskan penanganan kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“Pada saat ini kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan, bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit. Ini yang kita utamakan,” ujar Ketut.

Sebelumnya, Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, meminta maaf atas kejadian ini. Menurut dia, proses memasak dilakukan seperti hari-hari biasanya. “Memasak pukul 00.00 WIB. Dikirim pukul 11.00 WIB. Masih batas aman karena dikonsumsi sebelum batas aman empat jam pengiriman,” ucapnya. Rafli juga menyebutkan bahwa makanan telah melalui proses pemeriksaan. Termasuk melibatkan pihak sekolah dan pondok untuk mencicipi makanan sebelum disajikan. Sebagai informasi, para santri menyantap menu MBG pada Selasa, 1 September 2026 pukul 12.00 WIB. Mereka mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, dan diare pukul 18.00 WIB.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut sebanyak 512 orang mengalami keracunan menu makan bergizi gratis atau MBGyang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Talang Angin, Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan dari 512 orang yang terdampak, sebanyak 312 orang telah keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh. Adapun 120 orang lainnya masih menjalani observasi.

“Total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang. Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang, dan sudah keluar dari rumah sakit yang dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang. Namun demikian, kita masih juga melakukan suatu observasi sebanyak 120 orang,” ujar Ketut dalam keterangan resmi pada Rabu, 2 September 2026.

Ketut mengatakan BGN telah melakukan komunikasi secara intensif dengan kepala daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mamba’ul Hikam.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *