jatimnow.com – Santri Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah Surabaya mendapat edukasi mengenai kesehatan paru dan cara mengenali gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sejak dini.

Program yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK Unusa) itu juga membekali peserta dengan teknik pernapasan pursed lip breathing.

Kegiatan bertajuk “Program Santri Paru Sehat: Edukasi Kesehatan Paru, Deteksi Dini PPOK, dan Pemberdayaan Kader melalui Latihan Pursed Lip Breathing” berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Assalafi Al-Fithrah, Jalan Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, pada 23 Mei 2026.

Sebanyak 50 santri dan santriwati mengikuti kegiatan bersama ustaz dan ustazah pengurus pesantren. Program melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa FK Unusa.

Edukasi berfokus pada PPOK, yakni penyakit paru kronis yang dapat menyebabkan terhambatnya aliran udara sehingga penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah faktor risiko, antara lain paparan asap rokok dan polusi udara.

Pemahaman mengenai kesehatan paru dinilai penting diberikan sejak usia muda. Dengan mengenali faktor risiko dan gejala gangguan pernapasan lebih awal, seseorang diharapkan tidak menunda pemeriksaan ketika mulai mengalami keluhan.

Selain materi kesehatan, peserta mendapat pelatihan pursed lip breathing. Teknik tersebut dilakukan dengan menarik napas melalui hidung, kemudian mengembuskannya secara perlahan melalui bibir yang dikerucutkan.

Latihan pernapasan itu dapat membantu mengontrol pola napas dan memberikan efek relaksasi. Pada kondisi tertentu, teknik tersebut juga dapat membantu mengurangi rasa sesak.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *