jatimnow.com – Dinas Kesehatan Sidoarjo mulai menginvestigasi standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kalitengah setelah ratusan siswa mengalami keracunan. Investigasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses makanan, mulai dari datang hingga dikonsumsi, telah sesuai ketentuan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Dokter Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan sampel muntahan dan bahan makanan yang telah dikirim ke Labkes Surabaya.

Hasil pemeriksaan diperkirakan baru keluar sekitar satu minggu. Namun, menurut Lakhsmie, hasil laboratorium bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian dalam penanganan kasus tersebut.

Dinkes juga akan menelusuri penerapan SOP pengolahan makanan, termasuk rentang waktu sejak makanan tiba hingga dikonsumsi.

“SOP-nya dijalankan atau tidak. Kemudian kan ini dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya. Nah, ini sudah betul atau tidak itu yang perlu kita investigasi,” lanjutnya.

Menurutnya, investigasi nantinya tidak hanya dilakukan Dinkes. Berbagai unsur akan dilibatkan, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN). Lakhsmie menyebut berdasarkan data yang dimiliki Dinkes, kondisi dapur penyedia makanan sejauh ini dinilai baik dan tidak ditemukan masalah.

Sementara itu, penanganan terhadap para siswa yang mengalami gejala keracunan masih dilakukan. Dinkes telah mengaktifkan krisis kesehatan dan membagi penanganan menjadi dua bagian, yakni di lapangan dan rumah sakit.

Di lapangan, puskesmas menjadi koordinator. Sedangkan sejumlah rumah sakit disiagakan dengan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta sarana pendukung.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *