KOMPAS.com – Ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).

Sebanyak 431 santri yang menjadi korban dugaan keracunan berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin.

Ketua Yayasan Ponpes Manba’ul Hikam Tanggulangin, Abdul Wachid Harun mengatakan bahwa para santri tersebut menyantap makanan yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin.

Ia menyebutkan, santri jenjang SMP hingga SMA di ponpesnya mencapai sekitar 1.000 orang dan seluruhnya mengonsumsi jatah makanan dari SPPG tersebut.

Namun, reaksi fisik masing-masing santri berbeda-beda hingga 431 orang di antaranya harus dievakuasi ke rumah sakit.

“Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” kata Abdul Wachid, seperti diberitakan Kompas.com pada Rabu (2/9/2026).

Ia menegaskan bahwa SPPG Kalitengah bukan di bawah pengelolaan Ponpes Manba’ul Hikam. Ponpes hanya menjadi penerima manfaat.

“Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya,” tuturnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *