BANYUWANGI, KOMPAS.com – Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, masih menginvestigasi dua kasus kematian warga yang terjadi saat mengikuti karnaval sound horeg di Kecamatan Pesanggaran dan Kecamatan Bangorejo.

Dua warga tersebut meninggal dalam dua kejadian berbeda saat mengikuti karnaval sound horeg di masing-masing wilayah.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan mengatakan telah memerintahkan agar investigasi terhadap kedua kasus tersebut tetap berjalan.

Namun, polisi mengalami kendala untuk memastikan penyebab kematian karena keluarga kedua korban menolak jenazah diautopsi.

“Khusus untuk dua yang meninggal, saya sudah komit, saya sudah perintahkan bahwa investigasinya berjalan,” kata Rofiq, Selasa (1/9/2026).

Menurut Rofiq, otopsi diperlukan untuk memastikan apakah kematian kedua warga tersebut berkaitan dengan peristiwa pidana. Namun, keluarga kedua korban menyatakan keberatan jika jenazah diautopsi.

“Cuma klausul polisi bisa masuk meyakini bahwa ada peristiwa pidana, itulah yang kemudian menjadi legitimasi hukum kita bisa melakukan upaya-upaya yang sifatnya memaksa,” urainya.

Rofiq mengatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, kematian kedua korban diduga berkaitan dengan kelelahan atau kondisi kesehatan. Salah satu dugaan yang muncul adalah korban memiliki masalah jantung.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *