JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mempertimbangkan pendirian posko trauma healing untuk membantu pemulihan mental masyarakat korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun, pihaknya tidak ingin terburu-buru menentukan langkah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) masih melihat kondisi lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Kita melihat dulu apakah disana perlu membuka posko sendiri atau cukup memberikan penguatan dengan menjadi supporting tim dan supporting system,” tutur Khofifah, Kamis malam (20/8).

Mantan Menteri Sosial RI tersebut menegaskan jangan sampai bantuan kemanusiaan yang dilakukan, termasuk rencana pendirian posko bencana, justru menambah beban tim relawan di Nusa Tenggara Timur. 

“Apakah di sana sudah ada (posko), lalu kita menguatkan timnya atau membuat pokso sendiri, ini sedang kita bahas. Pokoknya kita tidak boleh menambahkan beban relawan di sana,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Gubernur Khofifah akan langsung terbang ke Nusa Tenggara Timur untuk melihat kondisi penanganan pascabencana di lapangan sekaligus memastikan distribusi bantuan dari Jawa Timur tepat sasaran. 

“Saya sendiri Insyaallah tanggal 23 (Agustus) berangkat ke sana (NTT) pesawat jam 5 pagi. Pak Sekda (Adhy Karyono) dan Kalaksa BPBD (Gatot Soebroto) juga insyaallah ke sana,” kata Khofifah. 

Ia ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan korban gempa di NTT, termasuk kebutuhan relawan di lapangan, pendirian posko bencana, hingga layanan trauma healing.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *