
Surabaya, Beritasatu.com – Sebanyak 567 santri dan siswa di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami gangguan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan makanan yang berkaitan dengan program makan bergizi gratis (MBG).
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Tanggulangin, serta siswa dari sejumlah sekolah di Sidoarjo tersebut menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Berdasarkan data terbaru yang diterima Beritasatu.com, sejak Selasa (1/9/2026) hingga Kamis (3/9/2026) pagi, tercatat 567 santri dan siswa telah mendapatkan penanganan medis.
Dari total tersebut, 457 pasien telah diperbolehkan pulang. Sementara itu, 80 pasien masih menjalani perawatan dan 30 pasien lainnya masih dalam tahap observasi.
Jumlah pasien berpotensi bertambah. Sebab, masih terdapat penerima manfaat MBG yang dirujuk ke rumah sakit pada Rabu (2/9/2026) siang, tetapi datanya belum masuk dalam pembaruan terakhir.
Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat lebih dari 30 penerima manfaat MBG yang dirujuk ke rumah sakit, termasuk ke RS Delta Surya.
Salah satu orangtua korban, Reni, mengatakan anaknya mengalami sejumlah gejala setelah menerima menu MBG.
Menu yang diterima anaknya terdiri atas orek telur, bali tempe, dan oseng baby corn. Reni mengatakan anaknya bahkan tidak sampai mengonsumsi sayuran tersebut.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber