Madiun (beritajatim.com) – Pemkab Madiun terus menggenjot penataan kawasan pusat pemerintahan di Kota Caruban agar semakin representatif. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mengalokasikan anggaran Rp5 miliar untuk membebaskan lahan milik pribadi seluas 8.807 meter persegi.

Lahan tersebut berada di sisi selatan Alun-Alun Reksogati. Nantinya, lahan akan digunakan untuk mendukung pembangunan delta atau persimpangan jalan baru yang menghubungkan kawasan Alun-Alun Reksogati dengan Jalan Panjaitan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Madiun, Gunawi, mengatakan anggaran Rp5 miliar tersebut secara khusus disiapkan untuk proses pembebasan lahan.

“Iya, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp5 miliar untuk pembebasan tanah yang rencananya kita membangun delta di selatannya alun-alun, terusannya ke Jalan Panjaitan. Karena tanahnya masih milik pribadi, anggarannya untuk pembebasan lahan tersebut,” jelas Gunawi, Kamis (3/9/2026).

Penataan kawasan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki akses jalan. Pemkab Madiun juga berencana menghadirkan ikon baru yang akan ditempatkan di tengah persimpangan.

Ikon tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan wajah kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban. Kehadirannya sekaligus menjadi elemen penunjang agar kawasan di sekitar Alun-Alun Reksogati semakin representatif.

Gunawi mengatakan desain ikon tersebut masih dalam tahap perancangan. Pemkab Madiun tengah menyiapkan sejumlah alternatif desain yang nantinya akan diserahkan kepada Bupati Madiun untuk dipilih.

“Ikonnya masih kita desain. Nanti hasil desainnya diserahkan ke Pak Bupati untuk dipilih mana yang terbaik,” ujarnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *