Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau warga Desa Ranupani untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap titik baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Gunung Semeru yang belum juga padam hingga Kamis ini.

“Titik api ditemukan sekitar 400 meter dari Pos 1 jalur pendakian Gunung Semeru. Dari perkiraan petugas di lapangan, lokasi tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari pemukiman warga Desa Ranupani,” kata Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho di Lumajang, Kamis.

Menurut dia, warga Desa Ranupani, Kecamatan Senduro diminta untuk tetap waspada terhadap perkembangan karhutla, meski belum ada laporan asap yang berdampak ke permukiman, kondisi di kawasan lereng Semeru tetap perlu dipantau, karena arah angin dapat berubah.

Penutupan dilakukan untuk mengutamakan keselamatan sekaligus mendukung proses penanganan dan pemantauan kawasan terdampak karhutla.

Terjadinya kebakaran hutan menjadi pengingat bahwa pencegahan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Dengan memahami kondisi secara tepat, masyarakat dapat tetap tenang sekaligus waspada. Informasi yang benar, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan laporan masyarakat secara cepat menjadi bagian penting untuk melindungi permukiman dan menjaga keselamatan bersama di sekitar kawasan Semeru.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *