
Keresahan tersebut muncul setelah adanya kabar mengenai sejumlah jemaah PT AAT yang sebelumnya dijadwalkan berangkat umrah, namun terlantar di Masjid Jami’ Al Fattah, Kabupaten Jombang.
Kondisi itu membuat sejumlah calon jemaah yang telah membayar biaya perjalanan dan mendapatkan jadwal keberangkatan mulai mempertanyakan kepastian penerbangan mereka.
Salah seorang calon jemaah asal Kecamatan Mojoanyar, Novi, mengaku kecewa lantaran jadwal keberangkatannya beberapa kali mengalami penundaan. Semula ia dijanjikan berangkat pada 30 Agustus 2026, kemudian diundur menjadi 1 September, dan kembali dijadwalkan pada 5 September.
Ia datang ke kantor travel untuk memastikan apakah tiket penerbangan untuk keberangkatan 5 September benar-benar sudah tersedia. Novi juga mengaku kesulitan mendapatkan kepastian ketika menghubungi pihak travel.
“Saya ke sini ingin minta kejelasan. Kalau memang berangkat tanggal 5, ada tidak tiket untuk tanggal 5 itu. Pihak travel sendiri kalau dihubungi tidak pernah ada jawaban. Saya sangat kecewa, jadi saya ingin uang saya dikembalikan saja hari ini,” ujar Novi.
Menurut Novi, dalam kelompok keberangkatannya terdapat sekitar 79 calon jemaah. Namun, dari jumlah tersebut, baru sebagian yang diberangkatkan, sementara puluhan lainnya masih menunggu kepastian.
“Di grup kita itu ada 79 orang yang dijanjikan berangkat tanggal 5 Agustus. Aneh, yang 35 orang sudah berangkat, tapi kita kok belum,” tuturnya.
Sementara itu, calon jemaah lainnya, Abdul Salim, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, memilih tetap menunggu keberangkatan. Ia rencananya akan menjalankan ibadah umrah bersama anaknya yang masih kecil.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber