:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Buntut-566-Santri-di-Sidoarjo-Diduga-Keracunan-MBG-Pemilik-SPPG-se-Jatim-Kena-Imbas-BBPOM-Selidiki.jpg)
Pemeriksaan berlangsung setelah ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mengalami keluhan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026).
Anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo berkoordinasi dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim untuk memeriksa sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
Menurut Perwira Akpol 1995 itu, pemeriksaan sampel bertujuan memastikan secara saintifik penyebab pasti dugaan keracunan massal yang melibatkan ratusan santri dan santriwati.
Hingga Kamis, pihak kepolisian masih menunggu hasil penelitian yang dilakukan Satreskrim Polresta Sidoarjo dan Tim Labfor Polda Jatim.
Jumlah korban dugaan keracunan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mencapai 668 orang per pukul 09.30 WIB, Kamis (3/9/2026).
Selain santri dan santriwati Ponpes Manba’ul Hikam, sejumlah pelajar dari sekolah lain juga mengalami keluhan serupa setelah menyantap menu MBG dari SPPG Kalitengah.
Mereka mengalami pusing, lemas, dan mual berkepanjangan sehingga langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber