:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Dekan-FEB-UTM-Bangkalan-Prof-Sutikno-menekankan-pentingnya-optimalisasi-potensi-bahan-baku-di-Madura.jpg)
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Semangat konsep triple helix tengah diusung Pemkab Bangkalan bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan menyongsong ketertarikan sejumlah investor luar negeri untuk menjadikan Bangkalan tujuan relokasi sejumlah kawasan pengembangan industri. Meliputi pabrik pengolahan cokelat, matras, tekstil, benang, plastik, hingga manufaktur padat karya.
Kolaborasi antara tiga pilar utama; pemerintah, akademisi, dan industri memegang peranan yang angat krusial dalam upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan.
Terlebih Madura dengan empat kabupaten; Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep memiliki potensi-potensi bahan baku yang bisa mendukung pengembangan industri.
Sehingga Madura bisa menjadi komponen utama rantai pasok kegiatan industri yang berkelanjutan, Madura bisa menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi nasional di Jawa Timur.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTM Bangkalan, Prof Dr Sutikno, mengungkapkan, Madura terlebih dahulu harus menawarkan potensi-potensi lokalnya karena keberadaan Kawasan Wiraraja Madura Industrial Park, orientasinya adalah bisnis.
“Tentu saja investor mau masuk kalau ada bahan baku. Jadi Madura dengan potensi-potensi bahan baku yang dimiliki harus memiliki peran penting untuk pengembangan kawasan industri itu,” ungkap Prof Sutikno kepada TribunMadura.com, Kamis (3/9/2026).
Hal itu juga dilontarkan Prof Sutikno dalam kesempatan diskusi UTM dengan Pemkab Bangkalan bertemakan “Sinergi dalam Pengembangan Industrialisasi Wilayah Bangkalan” yang digelar di Lantai IX Gedung Rektorat UTM Bangkalan, Selasa (1/9/2026).
Rembuk yang dihadiri Rektor UTM, Prof Dr Safi dan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, itu sebagai respons setelah pemerintah menandatangani Coorporation Framework Agreement antara Madura Wiraraja Industrial Estate dan Guangdong ASEAN Industrial Park di Jakarta pada 5 Agustus 2026.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber