Pamekasan (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur melibatkan sedikitnya 378 personel TNI dan Polri guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.

Para personel dari dua institusi ini merupakan anggota yang bertugas di masing-masing desa dan kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.

“Kami meminta bantuan kepada kedua institusi ini, sesuai dengan tempat mereka bertugas, yakni di masing-masing desa dan kelurahan yang ada di Pamekasan ini,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Taufikurrachman, Kamis.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menginstruksikan ke masing-masing pemerintah provinsi dan kabupaten untuk melakukan pencegahan potensi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau seperti sekarang ini.

Menurut Taufik, pelibatan personel TNI dari Kodim 0826 dan Polri dari Polres Pamekasan itu, karena kedua institusi ini memiliki personel lengkap hingga di tingkat desa dan kelurahan.

“Kalau di TNI ada Bhabinsa bertugas di desa, sedangkan di Polri ada Bhabinkamtibmas. Karena itu, peran aktif mereka kami butuhkan untuk bersama-sama membantu mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan di masing-masing tempat tugas mereka,” katanya.

Sekda Taufikurrachman menuturkan, Kabupaten Pamekasan termasuk salah satu kabupaten yang ada di Pulau Madura dengan tingkat kebakaran tinggi.

Ia menuturkan, berdasarkan laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, selama musim kemarau ini, telah terjadi sebanyak 37 kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *