:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/MBG-Diantar-Jam-11-Siang-Jadi-Evaluasi-Fatal-Khofifah-Setelah-668-Orang-di-Sidoarjo-Keracunan.jpg)
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO – Insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 668 orang di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur memicu evaluasi besar-besaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
Keterlambatan jam distribusi makanan dari dapur penyedia hingga pukul 11.00 WIB dinilai menjadi titik krusial yang menyebabkan kualitas hidangan memburuk sebelum disantap para santri.
Menanggapi kasus tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta perbaikan total sistem pengawasan dan manajemen waktu.
Khofifah menilai, evaluasi diperlukan agar pelaksanaan program prioritas nasional tersebut berjalan lebih baik, terutama dalam aspek tata kelola, distribusi, monitoring hingga pengawasan makanan.
“Jadi memang kita harus terus berbenah, semua lini harus melakukan monitoring dan pengawasan sekaligus merekomendasikan tidak hanya kepada BGN tetapi juga kepada SPPG setempat,” kata Khofifah saat menjenguk santri diduga korban keracunan MBG di RSI Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).
Menurut Khofifah, program MBG yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan kualitas gizi generasi penerus bangsa.
Oleh karena itu, pelaksanaannya wajib dibarengi dengan manajemen dan pengawasan yang ekstra cermat.
Khofifah menekankan, kontrol mutu tidak boleh hanya berfokus pada hidangan yang sudah siap disajikan, melainkan harus mengawal seluruh rantai suplai sejak awal.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber