
Dinas Sosial Kota Surabaya mencatat 3.283 warga mengeluhkan status desilnya tidak sesuai kondisi.
Jumlah itu yang tercatat selama pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dilakukan pemkot hingga awal September 2026.
Antiek Sugiharti Kepala Dinsos Kota Surabaya menyebut, sudah menerjunkan tim survei jntuk mengecek laporan.
“Kami menerima melalui beberapa kanal. Baik langsung kepada kami, ada yang melalui kelurahan, kecamatan, ada juga yang melalui hotline Bapak Wali Kota Eri Cahyadi,” ujar Antiek, Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan hasil verifikasi itu, Dinsos Surabaya mengusulkan pembaruan data ke pemerintah pusat.
“Sampai dengan saat ini (September), kami menerima sekitar 3.283. Nah, keluhan ini kemudian dari hasil outreach kami usulkan untuk pemutakhiran ke pusat,” tuturnya.
Ia menyebut, Dinsos Surabaya tidak memiliki kewenangan untuk mengubah posisi desil masyarakat. Dinsos berperan verifikasi kondisi warga dan mengusulkan perubahan berdasarkan hasil pengecekan di lapangan.
“Jadi Dinsos itu hanya sifatnya mengusulkan perubahan. Jadi kami tidak bisa mengubah desil,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber