Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengungkapkan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri dan siswa usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah Tanggulangin, Sidoarjo, masih diinvestigasiĀ aparat.

Trenggono menyampaikan BGN bersama sejumlah pihak saat ini masih masih memprioritaskan penanganan medis terhadap ratusan korban keracunan tersebut.

“Sementara masih dalam tahap investigasi. Untuk tersangka, sementara belum ada. Kami lebih fokus pada penanganan korban atau masyarakat yang terdampak terlebih dahulu,” kata Trenggono di Sidoarjo, Jumat (4/9).

Trenggono menyebut investigasi kejadian keracunan ini akan berjalan beriringan dengan pendampingan kepada para korban. Pihaknya akan menggali apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam peristiwa ini.

“Namun, BGN tetap akan melaksanakan investigasi untuk mengetahui apakah kelalaian ini merupakan unsur kesengajaan atau tidak. Nanti akan kami dalami,” kata dia.

Disinggung soal sanksi yang telah dijatuhkan agar kejadian serupa tidak terulang, Trenggono menyebut BGN telah menjatuhkan hukuman berat berupa penangguhan atau suspend operasional dapur serta pencopotan kepala SPPG Kalitengah Tanggulangin Sidoarjo..

“Yang jelas, kami sudah selalu memberikan tindakan ataupun hukuman kepada dapur. Dapur tidak dioperasionalkan, di-suspend, kemudian kepala dapur juga dicopot. Jadi, kepala dapur sudah tidak bisa lagi menangani dapur karena kelalaian ataupun ketidakpatuhan terhadap SOP. Itu merupakan tanggung jawab kepala dapur,” ujarnya.

Soal kemungkinan ditemukannya unsur pidana dari investigasi yang berjalan, Trenggono menegaskan pihaknya berkomitmen menindaklanjuti insiden keracunan tersebut sesuai regulasi yang berlaku.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *