Kegiatan ini diikuti perwakilan guru dari berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro. Dengan mengenakan seragam batik Kusuma Bangsa, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua Panitia H. Budiono, M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Bojonegoro H. Muh Kuzaini, S.Pd., M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Drs. Ec. M. Anwar Mukhtadlo, M.Si.

Kegiatan itu juga menghadirkan narasumber dari PGRI Provinsi Jawa Timur, yakni Siti Chomsiyah, S.Pd., M.M., Ketua Biro Pemberdayaan Perempuan PGRI Provinsi Jawa Timur, dan Dr. Ali Basyah, S.T., M.Pd., Ketua Biro Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi PGRI Provinsi Jawa Timur.

PGRI POWER merupakan program nasional PGRI Smart Learning & Character Center (PSLCC). Pada 2026, program ini menjadi bagian dari momentum penguatan kompetensi, karakter, dan profesionalisme guru agar semakin siap menghadapi perubahan dunia pendidikan. Salah satu program yang menarik perhatian adalah “Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding dan AI”. Program tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, baik secara luring maupun daring.

Koding dan AI tidak semata-mata diperkenalkan agar guru menjadi ahli teknologi. Lebih dari itu, guru diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran. Teknologi dapat membantu guru menemukan ide pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, membuat aktivitas belajar lebih menarik, hingga membantu peserta didik mengenal teknologi secara lebih bijak.

Namun, kecanggihan teknologi tetap membutuhkan sentuhan manusia. Di sinilah peran guru menjadi penting. Guru bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi juga menjadi pembimbing agar teknologi digunakan secara tepat, kreatif, dan bertanggung jawab.

Nama POWER dalam program ini memiliki makna yang cukup kuat, yakni Professionalism, Opportunity, Wisdom, Excellence, dan Resilience. Lima nilai tersebut menggambarkan sosok guru yang tidak berhenti pada kemampuan mengajar. Guru juga perlu terus meningkatkan profesionalisme, membuka kesempatan untuk berkembang, menggunakan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, melahirkan inovasi dan prestasi, serta memiliki ketangguhan menghadapi perubahan.

Pesan yang dibawa pun sederhana: guru harus terus belajar karena dunia tempat peserta didik tumbuh juga terus berubah. Melalui PGRI POWER, PGRI Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin mampu menggerakkan guru untuk belajar bersama, berbagi pengalaman, berinovasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

Pada akhirnya, transformasi pendidikan bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. Guru unggul, murid unggul, dan sekolah unggul tidak lahir secara instan. Semuanya tumbuh dari kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. (AJ/red)

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *