
Jember (beritajatim.com) – Beberapa jam menjelang pembukaan gerak jalan Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) 30 kilometer di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026), gejala tipus Bupati Jember Muhammad Fawait kambuh.
Setelah melepas keberangkatan rombongan peserta Tajemtra yang naik kereta api dari Stasiun Jember menuju garis awal di Alun-alun Kecamatan Tanggul, Fawait langsung menjalani perawatan di Pendapa Wahyawibagraha. Pergelangan tangan kirinya dipasangi slang infus dan dia mendapat perawatan dari dokter Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi.
Sembari duduk di sofa, Bupati Fawait juga tampak disuapi istrinya, Ghyta Eka Puspita. Perempuan kelahiran 1 Maret 1988 tersebut kemudian bercerita kepada Pelaksana Tugas Direktur RSD Balung Nyoman Semita mengenai sulitnya meminta sang suami beristirahat.
Kendati sedang sakit, Fawait ternyata baru bisa dipaksa tidur oleh istrinya sekitar pukul 01.00 dini hari. Bahkan, Ghyta mengaku harus bersikap tegas kepada suaminya agar mau beristirahat.
“Sampai seperti orang bertengkar. Lalu saya ambil HP-nya,” kata Ghyta, disambut tawa kecil Fawait.
Bupati Fawait sendiri hanya bisa pasrah dengan kondisi yang dialaminya. Menurutnya, manusia hanya dapat berencana, sementara hasil akhirnya tetap berada di luar kendali.
Fawait mengaku sebenarnya telah disarankan untuk beristirahat. Namun, dia memilih tetap berupaya mengikuti rangkaian Tajemtra karena tidak ingin mengecewakan masyarakat yang telah antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Tapi kalau saya enggak ikut, kasihan nanti masyarakat. Pihak yang sudah antusias daftar kurang lebih hampir 26 ribu orang, saya khawatir akan kecewa,” katanya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber