
Malang, Jawa Timur (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya mengoperasikan satu Kereta Api (KA) Tambahan relasi Stasiun Malang-Stasiun Gambir guna mengakomodasi perjalanan penumpang di tengah peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda yang sekaligus berdampak pada aktivitas penerbangan.
Manager Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan, KA Tambahan akan berangkat dari Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur pukul 20.15 WIB dan diestimasikan tiba di Stasiun Gambir, Senin (7/9) sekitar pukul 09.54 WIB.
“Seiring ditutupnya sejumlah bandara akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ada satu KA Tambahan yang dioperasikan oleh PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya dari Stasiun Malang dengan tujuan akhir Stasiun Gambir, keberangkatan pukul 20.15 WIB,” kata Mahendro.
KAI Surabaya menyebut KA Tambahan tersebut terdiri dari tujuh kereta kelas eksekutif dengan total kapasitas angkut sebanyak 350 tempat duduk.
Ia menyatakan, keberadaan KA Tambahan ini menjadi bagian upaya perusahaan dalam menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api.
Selain itu, KAI Daerah Operasi 8 Surabaya memastikan terus memantau perkembangan kebutuhan masyarakat di tengah terjadinya erupsi GAK.
Tahapan tersebut guna memastikan perusahaan mampu memenuhi kebutuhan terhadap layanan mobilitas masyarakat secara optimal.
“KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan,” ujar dia.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber