
Pamekasan (beritajatim.com) – Antrean panjang kendaraan pengangkut tembakau mengular di sekitar di Gudang Induk PT Bawang Mas di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Minggu (6/9/2026). Truk dan pikap yang membawa tembakau rajangan tampak berjajar panjang untuk mendapatkan giliran masuk dan menjual hasil panen.
Panjangnya antrean menjadi pemandangan yang menonjol di kawasan gudang pada musim pembelian tembakau, khususnya di kawasan Gudang Induk PT Bawang Mas. Kendaraan datang silih berganti dari sejumlah wilayah di Madura dengan membawa muatan tembakau yang siap menjalani proses pemeriksaan dan penyortiran.
Bahkan sebagian kendaraan terpaksa harus menunggu dalam waktu lama sebelum mendapatkan giliran. Para pedagang dan petani memilih bertahan di lokasi karena khawatir kehilangan posisi antrean apabila meninggalkan kendaraan.
Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya antusiasme petani dan pedagang untuk menjual tembakau melalui gudang tersebut. Mereka berharap hasil panen yang dibawa dapat diterima dan memperoleh harga sesuai dengan kualitas tembakau.
Tembakau yang tiba di gudang terlebih dahulu menjalani proses penilaian, kualitas daun menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kelas dan harga pembelian. Selain itu, perbedaan kualitas membuat harga tembakau yang diterima petani tidak seragam. Tembakau dengan kualitas lebih baik berpeluang mendapatkan harga lebih tinggi, sedangkan tembakau yang tidak memenuhi kriteria dapat ditolak.
Bagi petani, proses tersebut menjadi penentu penting setelah berbulan-bulan mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan, membeli sarana produksi, merawat tanaman hingga memasuki masa panen.
Anteran panjang tersebut disinyalir tidak lepas dari tingginya harga tembakau yang dipasang PT Bawang Mas, di mana kualitas tembakau dengan Grade A+ dipatok dengan harga kisaran antara Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram (kg). Sementara untuk kualitas Grade A berkisar Rp60.000 hingga Rp70.000 per kg, dan Grade AB dipatok Rp60.000 per kg.
Sementara untuk tembakau Grade G, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp55.000 per kg, Grade HR dibeli dengan harga Rp55.000 hingga Rp60.000 per kg. Sedangkan Grade T dipatok Rp50.000 per kg.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber