jatimnow.com – Konferensi Daerah (Konferda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur di Nganjuk, Minggu (6/9/2026), berakhir deadlock setelah persidangan diwarnai perdebatan soal keabsahan peserta, dugaan pelanggaran aturan organisasi, hingga kericuhan dan kekerasan fisik.

Forum yang semula menjadi ruang konsolidasi dan pemilihan kepengurusan DPD GMNI Jawa Timur itu akhirnya dihentikan. Panitia lokal menyatakan belum ada keputusan yang dapat diambil karena proses persidangan tidak mencapai musyawarah mufakat.

Ketua Pelaksana Lokal Konferda GMNI Jatim, Ainun Rozzaq, mengatakan forum resmi dihentikan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Panitia lokal menyatakan Konferda GMNI Jatim 2026 deadlock setelah terjadi kericuhan berulang kali karena belum ada musyawarah mufakat,” ujarnya.

Ketua DPC GMNI Nganjuk itu juga meminta tidak ada pihak yang mengklaim telah menetapkan hasil konferda.

“Jika ada pihak yang mendeklarasikan keputusan hasil konferda, itu tidak benar karena tidak melalui proses persidangan sebagaimana mestinya,” katanya.

Persoalan mencuat sejak peserta memperdebatkan keabsahan Surat Rekomendasi Calon Ketua dan Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur.

Sejumlah peserta menilai penerbitan dan penandatanganan rekomendasi itu tidak sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *