
jatimnow.com – Wakil Ketua Kadin Jawa Timur Bidang Migas, Tri Prakoso, menilai rendahnya literasi menjadi salah satu persoalan yang membuat kemampuan generasi muda membaca persoalan ekonomi, geostrategi, dan geopolitik masih lemah.
Menurutnya, kemampuan membaca buku dan memahami gagasan menjadi modal penting bagi seseorang untuk menganalisis arah pemikiran tokoh politik maupun kebijakan sebuah negara.
“Literasi yang rendah ini dampaknya jelas, kemampuan kita dalam menganalisis menjadi rendah,” katanya saat menjadi narasumber dalam Sekolah Kader Vol. 2 yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya di Surabaya, Senin (7/9/2026).
Kegiatan itu mengangkat tema “Sinergi Politik, Teknokrasi, dan Kewirausahaan dalam Mendorong Inovasi dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.”
Sosok yang akrab disapa Pras di lingkungan GMNI itu menuturkan, kemampuan analisis tidak hanya dibutuhkan untuk memahami persoalan domestik, tetapi juga perkembangan global. Tanpa kebiasaan membaca, seseorang akan kesulitan memahami dasar pemikiran pemimpin dan arah kebijakan yang mereka ambil.
“Analisis segala sesuatu, baik di ekonomi, geostrategi maupun geopolitik, karena kita tidak pernah baca buku. Jadi kita menganalisisnya sangat lemah atas semua fenomena,” ujarnya.
Ia mencontohkan pemahaman terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Presiden China Xi Jinping, hingga Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, pemikiran seseorang yang memiliki kebiasaan membaca justru lebih mudah dipetakan jika pembacanya memiliki referensi yang memadai.
“Presiden Prabowo suka baca buku. Itu sebenarnya lebih gampang untuk menganalisis,” ucapnya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber