jatimnow.com – Asisten Deputi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Jawa Timur Anom Surahno mendorong lahirnya kepemimpinan teknokratik yang mampu menggabungkan keahlian, penggunaan data, inovasi, dan kolaborasi.

Menurut dia, perubahan teknologi yang semakin cepat menuntut birokrasi dan pemimpin daerah bergerak lebih adaptif.

Gagasan itu disampaikan Anom saat menjadi narasumber utama dalam Sekolah Kader Vol. 2 yang digelar DPC GMNI Surabaya Raya di Surabaya, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sinergi Politik, Teknokrasi, dan Kewirausahaan dalam Mendorong Inovasi dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan.”

Anom mengatakan teknokrasi menempatkan keahlian dan hasil sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

Kebijakan publik, kata dia, seharusnya tidak dibangun berdasarkan opini semata atau kepentingan populisme jangka pendek.

Ada tiga fondasi yang perlu diperkuat dalam kepemimpinan teknokratik, yakni keahlian, objektivitas, dan orientasi pada dampak.

Keahlian diperlukan agar keputusan pemerintahan disusun berdasarkan kompetensi dan pengetahuan yang relevan. Sementara objektivitas memastikan kebijakan bertumpu pada fakta dan bukti empiris.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *