jatimnow.com – Anggota Dewan Kehormatan Peradi Jawa Timur Nonot Suryono mengingatkan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) agar tidak kehilangan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Menurut dia, prinsip tersebut menjadi bagian mendasar dari Marhaenisme yang harus melekat dalam cara berpikir hingga tindakan kader.

Pesan itu disampaikan Nonot saat menjadi narasumber utama dalam Sekolah Kader Vol. 2, yang mengangkat tema “Sinergi Politik, Teknokrasi, dan Kewirausahaan dalam Mendorong Inovasi dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan” yang digelar oleh DPC GMNI Surabaya Raya, di Surabaya, Senin (07/9/2026).

Nonot menegaskan bahwa seorang Marhaenis tidak cukup hanya memahami Marhaenisme sebagai teori atau identitas politik. Keberpihakan kepada rakyat kecil harus menjadi prinsip yang hadir sejak tingkat pemikiran.

“Salah satu syarat bagi seorang Marhaenis adalah membela rakyat kecil secara a priori. Kalau pemikirannya saja tidak membela rakyat kecil, jangan mengaku sebagai seorang Marhaenis,” tegasnya

Menurut dia, istilah a priori dalam konteks perjuangan Marhaenisme menunjukkan adanya keberpihakan yang telah tertanam dalam cara berpikir sebelum seseorang berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat.

Karena itu, keberpihakan terhadap kelompok kecil dan tertindas, kata Nonot, tidak boleh bersifat situasional. Prinsip tersebut harus menjadi landasan sebelum diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pada tingkat pemikiran saja kita sudah harus a priori membela rakyat kecil, apalagi pada tingkat aplikasi dan praktik kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *