:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340331/original/011480900_1788502046-IMG-20260904-WA0040.jpg)
Liputan6.com, Banyuwangi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tujuh titik panas (hotspot) di tiga kecamatan di Kabupaten Banyuwangi hingga Jumat (4/9/2026) pukul 09.00 WIB.
“Titik panas terdeteksi di Kecamatan Wongsorejo Area Desa Sidowangi, Kecamatan Kalipuro wilayah Desa Bulusari bagian barat dan Kecamatan Licin Area Desa Tamansari,” kata Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yustotok Widiarto kepada wartawan.
Dia pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Jawa Timur saat ini sedang berada di puncak musim kemarau.
“Kondisi kemarau panjang membuat sebagian besar vegetasi di area perbukitan dan hutan mengering sehingga sangat mudah terbakar,” jelas Yustotok.
Dia mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan atau membuang sumber api secara sembarangan di sekitar area vegetasi kering.
”Di tengah kondisi vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat tinggi. Sumber api sekecil apa pun, seperti puntung rokok atau pembakaran sampah yang ditinggalkan, bisa memicu kebakaran besar,” jelas Yustotok.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan lereng Gunung Ijen, Banyuwangi. Berdasarkan pantauan aplikasi SI PONGI dan laporan relawan pada Kamis (3/9)2026), titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) mulai terdeteksi sejak pukul 14.52 WIB dan terus meluas hingga malam hari.
Sebaran api membentang dari kawasan Alas Bulu (Wongsorejo), Ketapang, hingga Gombengsari (Kalipuro).
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber