Mojokerto (beritajatim.com) – Tidak ada yang menyangka, rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya, Senin (7/9/2026) malam, berakhir dengan suasana penuh tawa dan keceriaan.

Usai lantunan sholawat dan tausiyah yang membawa suasana khidmat, puluhan balon yang menghiasi ruangan tiba-tiba menjadi pusat perhatian. Satu per satu balon tersebut pecah, disusul suara letusan yang memecah suasana.

Namun, suara itu bukan pertanda adanya kejadian darurat. Justru sebaliknya, itulah awal dari momen paling meriah dalam acara tersebut.

Dari dalam balon yang pecah, uang tunai dengan nominal beragam mulai dari Rp2 ribu hingga Rp50 ribu berhamburan bersama serpihan plastik kerlap-kerlip. Seketika, ruangan yang sebelumnya tenang berubah menjadi penuh sorak, tawa, dan canda.

Para wartawan yang sehari-hari terbiasa mengejar berita, menghadapi berbagai peristiwa, serta berpacu dengan waktu demi sebuah pemberitaan, malam itu memiliki cerita berbeda. Mereka bukan lagi memburu informasi, melainkan berburu kejutan kecil yang jatuh dari balon-balon penuh rezeki.

Suasana akrab pun tercipta. Tidak ada jarak antara satu anggota dengan lainnya. Semua larut dalam kegembiraan sederhana yang menghadirkan kehangatan di tengah rutinitas dunia jurnalistik yang penuh dinamika.

Momen unik tersebut menjadi penutup rangkaian “Gema Sholawat” dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PWI Mojokerto Raya. Kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun itu kali ini menghadirkan Ustaz Hamsah, atau yang lebih dikenal dengan nama Brandal Qori, sebagai penceramah.

Sementara itu, lantunan sholawat yang menambah kekhusyukan acara dibawakan oleh grup Al-Banjari Sabillah.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *