Dr. M. Haris Miftakhul Fajar Ahli Geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjelaskan, secara umum gunung api di Indonesia memiliki sistem magmatisme yang berbeda-beda. Karena itu, erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan tidak serta-merta menunjukkan bahwa satu gunung memicu erupsi gunung lainnya.

“Kalau kita melihat aktivitas vulkanik di Indonesia di mana ada empat gunung api meletus bersamaan, sebenarnya di bawah permukaan masing-masing gunung api punya sistem magmatisme berbeda,” kata Haris saat mengudara dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya, Selasa (8/9/2026) pagi.

Dia mencontohkan Gunung Ibu yang berada di Busur Halmahera memiliki sistem tektonik dan magmatisme yang berbeda dengan Gunung Semeru di Busur Sunda. Begitu juga Gunung Lewotolok yang sistem gunung apinya berasal dari Busur Banda.

Menurut Haris, aktivitas gunung api di Indonesia berkaitan erat dengan proses subduksi atau penunjaman lempeng yang masih berlangsung hingga saat ini. Proses tersebut membuat dapur magma terus mendapatkan suplai baru.

PT RADIO FISKARIA JAYA SUARA SURABAYA, Suara Surabaya Media www.suarasurabaya.net adalah portal berita yang berdiri sejak tahun 1999, bagian dari Suara Surabaya Media yang lahir sejak 11 Juni 1983

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *