/data/photo/2026/09/02/6a9795bd1c81a.jpg)
MADIUN, KOMPAS.com – Merantau di Jakarta, sejatinya bukan menjadi cita-cita Galih Tirtayasa (34), warga yang tinggal di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Di tengah hiruk pikuknya kota metropolitan, Galih mencoba mengadu nasib menjadi pekerja formal di sebuah perusahaan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kendati demikian, di tengah kesibukannya hidup di Kota Jakarta, Galih masih sempat menyalurkan hobinya membuat hiasan bunga, khususnya untuk kebutuhan hantaran pernikahan.
“Delapan tahun lalu saya masih di Jakarta. Bosan dengan pekerjaan formal saya lalu saya iseng-iseng membuat karya seperti bunga-bunga. Setelah saya membuat contoh, ternyata lumayan hasilnya,” kenang Galih yang ditemui Rabu (2/9/2026).
Setelah jadi, kata Galih, buah karya iseng-iseng itu ditawarkan kepada kolega dan teman-teman kerjanya. Tak diduga, buah karyanya banyak diminati dan mulai dibeli kolega dan teman kerjanya.
Tak berhenti di situ, saat pulang kampung halamannya di Kabupaten Ngawi, Galih mendapati klobot atau kulit jagung terbuang melimpah usai dipanen para petani.
Setelah memutar otak, Galih mencoba memanfaatkan limbah kulit jagung sebagai bahan baku kerajinannya.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber