
Banyuwangi, blok-a.com – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan GAPASDAP mengajukan delapan rekomendasi untuk mengurai kemacetan dan kepadatan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Usulan ini disampaikan agar arus distribusi logistik dan penumpang penyeberangan Jawa-Bali bisa kembali normal.
Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo menyampaikan, akar masalah antrean panjang bukan pada jumlah kapal, melainkan pada kapasitas pelayanan dermaga yang saat ini berkurang.
“Penyelesaian harus difokuskan pada dermaga, produktivitas pelabuhan, dan penataan kendaraan. Jika langkah efektif tidak segera diambil, antrean akan semakin panjang dan waktu tunggu masyarakat makin lama,” ujar Khoiri, pada Senin (07/09/2026).
Proses peningkatan kapasitas perlu dipercepat dari target awal. Rencana pengoperasian sementara saat Natal dan Tahun Baru juga harus dipersiapkan sejak dini dengan tetap mengutamakan aspek teknis dan keselamatan.
Dua unit dolphin fender yang rusak perlu segera diganti. Jika Dermaga Bulusan pulih, kapasitas pelayanan untuk kendaraan berat akan bertambah nyata dibanding mengoperasikan kapal kosong saat kembali.
Waktu sandar yang saat ini sekitar 36 menit perlu dievaluasi menjadi 20–25 menit. Kendaraan harus sudah siap sebelum kapal tiba. Proses bongkar, muat, cek dokumen, dan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar dilakukan cepat dan terkoordinasi. Dengan pola ini kapal bisa bongkar-muat dua arah sehingga lebih adil dan efisien.
Kedua dermaga ini dapat dimaksimalkan sementara untuk menggantikan berkurangnya kapasitas Dermaga Bulusan.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber