Jember, Jawa Timur (ANTARA) – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Jawa Timur, melayani sebanyak 78.751 penumpang saat terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak pada transportasi udara.

“Kereta api tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas jarak jauh di tengah dinamika perjalanan akibat kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro di Jember, Selasa.

KAI Daop 9 Jember mencatat peningkatan volume penumpang pada periode 5–8 September 2026 dibandingkan periode sebelumnya.

“Pada periode tersebut, kami melayani sebanyak 78.751 penumpang, baik penumpang yang melakukan keberangkatan maupun kedatangan di berbagai stasiun wilayah kerja kami,” tuturnya.

Menurut dia, jumlah tersebut meningkat 4,71 persen dibandingkan periode 29 Agustus–1 September 2026 yang tercatat sebanyak 75.206 penumpang.

Peningkatan juga terlihat pada mobilitas masyarakat dari dan menuju sejumlah kota besar yang terdampak erupsi, khususnya Jakarta dan Bandung.

Untuk perjalanan menuju dan dari Jakarta, pada periode 5–8 September 2026 tercatat sebanyak 1.990 penumpang. Jumlah tersebut meningkat sekitar 12 persen atau sekitar 12 persen dibandingkan periode 29 Agustus–1 September 2026 yang tercatat sebanyak 1.779 penumpang.

“Mobilitas dari dan menuju Jakarta tersebut dilayani melalui KA Pandalungan 1 dan Pandalungan 2 relasi Jember–Gambir PP, serta KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Pasarsenen PP,” katanya.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *