
damarinfo.com — Kabupaten Bojonegoro memegang status sebagai lumbung energi nasional. Namun, daerah ini juga diam-diam muncul sebagai pemain utama ekonomi digital dan jasa informasi di Jawa Timur.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten/ Kota se Indonesia Triwulan II 2026 pada 7 September 2026. Data tersebut mencatat nilai sektor Informasi dan Komunikasi (Infokom) Bojonegoro sukses menembus Top 5 se-Jatim.
Sementara itu, nilai PDRB non-migas Bojonegoro secara keseluruhan menyentuh Rp9,60 triliun. Angka ini melampaui catatan kabupaten tetangga seperti Lamongan, Jombang, hingga Kediri.
BPS mencatat nilai PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 Bojonegoro bergerak naik. Daerah ini kokoh menghuni peringkat ke-12 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur untuk nilai ekonomi non-pertambangan.
Masyarakat Bojonegoro menunjukkan kapasitas produksi riil yang kuat di kawasan Pantura bagian barat. Nilai PDRB non-migas Bojonegoro berada di posisi kedua, tepat di bawah Kabupaten Tuban (Rp12,72 triliun).
Capaian ini melampaui Kabupaten Lamongan (Rp9,36 triliun), Jombang (Rp9,31 triliun), Kediri (Rp9,14 triliun), Nganjuk (Rp5,98 triliun), dan seluruh kabupaten di Pulau Madura.
Laju pertumbuhan ekonomi lokal juga menunjukkan daya tahan yang solid. Pada Triwulan II 2026, ekonomi Bojonegoro tanpa migas mencetak pertumbuhan positif sebesar 5,86 persen secara tahunan (year-on-year).
Data ini mengonfirmasi dinamika roda usaha warga di tingkat lokal. Warga tetap bergerak aktif di tengah fluktuasi produksi sektor pertambangan migas.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber