jatimnow.com – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Unesa SDGs FAIR 2026. Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali pada 27-29 Juni 2026. 

Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) itu menjadi wadah diseminasi berbagai inovasi hasil pengabdian dosen dan mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

Puluhan inovasi dipamerkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari bidang pendidikan, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat, pemberdayaan UMKM, literasi digital, pengolahan limbah ramah lingkungan, hingga pengembangan desa berbasis potensi lokal. 

Beragam inovasi itu merupakan implementasi Tri Dharma perguruan tinggi yang diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat sekaligus mendukung pencapaian sejumlah target SDGs, seperti pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta pembangunan komunitas yang berkelanjutan.

SDGs FAIR 2026 diikuti dosen, mahasiswa, mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah. Selama pameran berlangsung, peserta berkesempatan melihat langsung produk inovasi sekaligus berdiskusi dengan tim pengembang mengenai proses implementasi, dampak program, dan peluang kolaborasi untuk pengembangan lebih lanjut.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unesa, Muhammad Turhan Yani mengatakan bahwa SDGs FAIR menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat hilirisasi hasil riset dan pengabdian agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata.

“Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendiseminasikan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh sivitas akademika Unesa. Kami ingin memastikan bahwa program-program pengabdian yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata, memberdayakan masyarakat, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” ujar Turhan Yani, Rabu (9/9/2026).

Ia menambahkan, tantangan pembangunan berkelanjutan memerlukan sinergi lintas sektor. Karena itu, agenda ini diharapkan menjadi ruang bertemunya perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam membangun solusi yang inovatif dan berkelanjutan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *