/data/photo/2026/09/09/6aa095d8b28e5.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com – Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena menjelaskan temuan adanya patahan sesar aktif yang berpotensi menjadi gempa yang melintasi Pasuruan, Surabaya, hingga Bangkalan.
Ia mengatakan, pemetaan patahan baru ini telah diterbitkan Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2024.
“Jalur patahan di Jawa Timur terlihat sebagai berikut, terdapat sesar yang melewati wilayah Surabaya dengan nama Sesar Java Back-arc thrust Surabaya,” ucapnya kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan, potensi gempa maksimum yang disebabkan sesar aktif tersebut yakni magnitudo 6,7.
Kemudian sesar yang melintasi Pasuruan dengan nama sesar Pasuruan dengan potensi gempa maksimum magnitudo 6,4.
“Yaitu sesar RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng dengan potensi magnitudo maksimumnya M 6,7 dan M 6,5” tutur Ardhasena.
Ia menjelaskan, peta sumber dan bahaya gempa ini diterbitkan sebagai landasan ilmiah bagi pemerintah daerah merancang tata ruang dan infrastruktur bangunan tahan gempa.
Selain itu, Ardhasena mengingatkan hingga saat ini gempa bumi tak bisa diprediksi kapan akan terjadi dan mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber