:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344233/original/034921000_1788938788-MATERI_10__1_.jpg)
Liputan6.com, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah melalui program beasiswa. Sejak pertama kali digulirkan pada 2011 hingga 2025, sebanyak 3.920 mahasiswa tercatat telah menerima dukungan untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Tahun ini, sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi mendaftar dan mengikuti proses seleksi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendidikan menjadi salah satu investasi penting dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah.
“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ipuk, Senin (7/9/2026).
Menurut Ipuk, program beasiswa tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan biaya pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengembangkan potensi dan kompetensi.
Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 dibuka melalui beberapa skema. Di antaranya jalur afirmasi untuk mahasiswa yang baru memasuki perkuliahan, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, serta dukungan bagi dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis.
Program tersebut juga menyasar sejumlah bidang yang dinilai strategis bagi pembangunan Banyuwangi.
Di sektor kesehatan, bidang studi yang mendapat perhatian antara lain Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi/Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Apoteker/Farmasi, dan Kedokteran Umum.
Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber