Publik dan masyarakat Surabaya beberapa waktu kebelakang tengah dihebohkan dengan kabar yang mengkhawatirkan. Di tengah kondisi Indonesia yang tidak baik-baik saja, muncul kabar tentang ada patahan atau sesar aktif di Kota Pahlawan itu.

Amien menyebut sebelumnya ITS dan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah meneliti keberadaan patahan di wilayah Surabaya. Hasil penelitian itu tertuang pada dokumen peta patahan di Jawa Timur yang dipublikasikan pada 2024.

Hasil penelitian itu menunjukkan ada dua patahan yang ada di Surabaya, yakni patahan Surabaya dan patahan Waru. Hadirnya kedua patahan ini juga sejalan dengan peta patahan di Indonesia yang disusun oleh Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) 2024.

Menurut Amien, kedua patahan tersebut memang pernah mengalami pergerakan dan berpotensi aktif. Namun, saat ini patahan tersebut belum terverifikasi aktif.

“Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tapi belum terverifikasi aktif,” sebutnya dikutip dari laman ITS, Jumat (11/9/2026).

Keberadaaan patahan tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai sesar aktif. Untuk mengetahui patahan tersebut aktif atau tidak, diperlukan penelitian lebih lanjut hingga dihasilkan bukti dan kajian ilmiahnya.

“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” sambungnya.

Melihat informasi yang cepat hadir di media sosial, Amien meminta agar masyarakat lebih kritis dalam menyikapi informasi tersebut. Ia menilai, informasi yang belum melalui proses verifikasi ilmiah tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *