Pacitan (beritajatim.com) – Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di kawasan zona merah tsunami terus dilakukan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur menggelar simulasi bencana gempa bumi dan tsunami di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peningkatan kapasitas Kelurahan Siaga Bencana yang melibatkan masyarakat secara langsung, termasuk kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) hingga penyandang disabilitas.

Manajer Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Jawa Timur Dana Puspita Sari mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana.

“Kita melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat yang mempunyai risiko tertinggi terhadap bencana, baik tsunami maupun gempa,” kata Dana.

Simulasi diawali dengan skenario warga Lingkungan Barehan, Kelurahan Ploso, yang sedang beraktivitas normal pada Jumat pagi. Situasi berubah setelah warga dikejutkan dengan gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 yang dalam skenario disebut berpusat di Pacitan dan berpotensi memicu tsunami.

Warga kemudian panik dan menyelamatkan diri menuju area terbuka di kompleks perumahan. Kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, turut dilibatkan dalam proses evakuasi.

Setelah gempa berhenti, warga mendapatkan informasi bahwa air laut di pantai selatan Pacitan mengalami surut. Kondisi tersebut menjadi tanda potensi datangnya tsunami.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *