TRIBUNNEWS.COM – Di tengah aktivitas menimba ilmu agama, para santri Pondok Pesantren Baitul Arqom, Balung, Jember, Jawa Timur juga akrab dengan cangkul, lahan pertanian, dan kandang ternak.

Bagi mereka, belajar di pesantren bukan hanya tentang memperdalam ilmu keagamaan, namun juga tentang menyiapkan bekal untuk hidup mandiri, termasuk memenuhi kebutuhan pangan dari lingkungan sendiri.

Hasil panen dan ternak tersebut kini difungsikan langsung untuk menyokong kebutuhan konsumsi harian di lingkungan internal pesantren secara mandiri dan berkelanjutan.

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom, KH Izzat Fahd, menegaskan penguasaan keterampilan praktis di lapangan menjadi bekal vital yang melengkapi kedalaman spiritual para santri.

“Para santri di Baitul Arqom tidak hanya dibekali keilmuan agama, tetapi juga dilatih secara langsung untuk bercocok tanam dan berternak. Hasil dari usaha ini dirasakan langsung manfaatnya,” ujar Kiai Izzat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, ini menjadi salah satu wujud dukungan terhadap Asta Cita yang menjadi program pemerintah saat ini, yaitu kemandirian melalui swasembada pangan.

Selain mengamankan ketersediaan bahan makanan di tingkat lokal, institusi ini mengoptimalkan instrumen wakaf produktif sebagai tulang punggung ekosistem usaha pesantren.

Badan Pengelola Penelitian dan Pengembangan Pesantren (BP3) Wakaf dan Amal Usaha Pondok Pesantren Baitul Arqom, Dr. (C) H. Muhammad Imaduddin, menegaskan kesiapan lembaganya mengonversi aset ekonomi menjadi kekuatan riil pemberdayaan umat.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *