Madiun (ANTARA) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun mendorong petani menerapkan metode Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun Jemakir mengatakan penerapan PM-AAS dilakukan salah satunya di lahan demplot Kelompok Tani Sri Rejeki, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

“Luas lahan demplot yang digunakan mencapai 2.500 meter persegi dengan proyeksi mencapai 1 hektare,” ujar Jemakir dalam kegiatan Gerakan Tanam dengan Metode PM-AAS di Kelurahan Nambangan Kidul, Jumat.

Dalam penerapan metode tersebut, penanaman padi dilakukan menggunakan drum seeder yang merupakan alat tanam untuk mendukung mekanisasi pertanian.

Varietas padi yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah Sintanur yang ditanam sebagai bagian dari penerapan metode pertanian modern di lahan petani setempat.

Jemakir mengatakan penerapan PM-AAS tidak hanya mendorong penggunaan alat dan mesin pertanian, tetapi juga menjadi langkah untuk mewujudkan proses budi daya yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Lewat implementasi metode PM-AAS tersebut, diharapkan mampu mengoptimalkan efisiensi, efektivitas, serta daya adaptasi petani terhadap perkembangan teknologi modern,” katanya.

Ia mengatakan pengembangan pertanian modern membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, penyuluh, dan masyarakat tani untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Sumber: Baca Selengkapnya di Sumber

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *